Tanah Pijak Bernama Lampung : Kumpulan Puisi

Rp65,000

ISBN Tahun Terbit  2024 98 Halaman Ukuran 14 x 21 cm

Deskripsi

LAMPUNG disebut juga sebagai “metropolitan mini” tersebab daerah ini dihuni oleh beragam etnis, suku, dan agama. Sebagai daerah kolonisasi pertama di masa Hindia Belanda, dan jejaknya masih ada dengan Bagelen, lalu kolonisasi kedua di Sukadana dan Metro dengan peninggalan istilah “bedeng” dan “metreum” (titik tengah/titik pusat wilayah—bahasa Belanda). Para penyair Lampung itu, saya yakini, terlibat langsung dalam mencecap aroma Lampung sejak pagi hingga ke pagi lain, merekam setiap detak dan denyut perjalanan manusia Lampung, serta meneguk aroma kopinya. Jika mereka, pendatang, ditanya: apakah Anda Lampung? “Ya, saya Lampung!” Di tanah ini dia setia membangun, di tanah pijak ini pula mereka menjunjung langit Lampung.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Tanah Pijak Bernama Lampung : Kumpulan Puisi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *